Pemanfaatan Buah Nipah (Nypa fruticans) dan Buah Pepaya (Carica papaya L) dalam Pembuatan Fruit Leather

Hirdan Hirdan, Usman Pato, Evy Rossi

Abstract


Fruit leather merupakan  jenis bahan pangan yang terbuat dari daging buah yang telah dihaluskan dan dikeringkan, sehingga membentuk lembaran tipis yang dapat digulung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan kombinasi terbaik dari bubur buah nipah dan bubur buah pepaya dalam pembuatan fruit leather. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dan tiga ulangan. Dengan Analysis of Varians (ANOVA) dan diikuti oleh Duncan New Multiple Range Test (DMRT)  pada taraf  5%. Perlakuan dalam penelitian ini  adalah NP1 (bubur buah nipah dan bubur buah pepaya 65:35), NP2 (bubur buah nipah dan bubur buah pepaya 55:45), NP3 (bubur buah nipah dan bubur buah pepaya 50:50), NP4 (bubur buah nipah dan bubur buah pepaya 45:55), NP5 (bubur buah nipah dan bubur buah pepaya 35:65). Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengabn uji Duncan New Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Data fruit leather menunjukkan bahwa rasio bubur buah nipah dan bubur buah pepaya berpengaruh nyata terhadap nilai pH, kadar air, kadar abu dan serat kasar, total padatan terlarut, uji sensoris warna, aroma, rasa, dan tekstur. Perlakuan terbaik dari penelitian ini adalah NP5 (bubur buah nipah dan bubur buah pepaya 35:65)  dengan nilai pH 4,26, kadar air 10,01%, abu 0,73%, kadar serat kasar 1,71%, total padatan terlarut 26,08%, dan warna oranye (4,50), aroma pepaya (4,13), rasa manis (3,83), tekstur agak kenyal (3,00), dan penilaian keseluruhan fruit leather disukai oleh panelis (3,91).


Keywords


Fruit leather; bubur buah nipah; bubur buah pepaya.

References


Barus, A. dan Syukri. 2008. Agroteknologi Tanaman Buah-buahan. Universitas Sumatera Utara Press. Medan.

Nurlaely, E. 2002. Pemanfaatan Buah Jambu Mete untuk Pembuatan Leather Kajian dari Proporsi Buah Pencampur. Skripsi. Universitas Brawijaya. Malang.

Rabah, A. A dan E. A. Abdalla. 2012. Decolorization of Acacia Seyal Gum Arabic. Annual Conference of Postgraduate Studies and Scientific Research Hall, Khartoum, Republic of Sudan.

Rahman, R. 2016. Pemanfaatan Buah Pedada (Sonneratia caseolaris) dan Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) dalam Pembuatan Fruit Leather. Skripsi. Universitas Riau. Pekanbaru.

Poerwanto, 2003. Budidaya Buah-Buahan Pengelolaan Tanah dan Pemupukan Kebun Buah-Buahan. Institut Pertanian Bogor Press. Bogor.

Prasetyowati, D.A., E. Widowati dan A. Nursiwi. 2014. Pengaruh penambahan gum arab terhadap karakteristik fisikokimia dan sensoris fruit leather nanas (Ananas comosus Merr.) dan Wartel (Daucus carota). Jurnal Teknologi Pertanian. 15(2): 139-148.

Primawidya, N. F. S. 2017. Pemanfaatan bubur buah jambu biji putih dan bubur buah pepaya dalam pembuatan fruit leather. Jurnal Online Mahasiswa Faperta. 4(2): 1-14.

Sari, R. W. 2010. Pengaruh konsentrasi pektin dan perbandingan campuran sari buah markisa dengan nanas terhadap mutu serbuk minuman penyegar. Skripsi. Fakultas Pertanian. Universitas Sumatera Utara. Medan. .

Subiandono, E., N. M. Heriyanto dan E. Karlina. 2011. Potensi nipah (Nypa fruticans (Thunb.) Wurmb.) sebagai sumber pangan dari hutan mangrove. Jurnal Buletin Plasma Nutfah. 17(1): 54-60.

Sulastri, 2019. Kombinasi Buah Pedada (Sonneratia caseolaris) dan Kelopak Bunga Rosela (Hibiscus sabdariffa) terhadap Mutu Fruit Leather. Skripsi (Tidak dipublikasikan). Universitas Riau. Pekanbaru.

Winarno, F. G. 2008. Kimia Pangan dan Gizi. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.31258/sagu.v20i1.7897

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Jurnal Sagu

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Sagu telah diindeks oleh: